Pada abad ke 18, berbagai ilmu pengetahuan mengalami kemajuan. Ilmu
pasti atau ilmu eksakta pada saat itu mengalami kemajuan yang sangat
pesat. Banyak ilmuwan yang menghasilkan penemuan-penemuan penting
dan berpengaruh bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Zaman itu disebut
era pencerahan.
Pada suatu malam, seorang astronom Perancis yang bernama Nicolas
Louis de Lacaille sedang mengamati indahnya langit malam. Ia
memandangi indahnya bintang-bintang diangkasa. Mereka membentuk pola
tertentu yang membuatnya mengingat kenangan tentang perjalanan
karirnya dan teman-temannya.
Ingatannya kembali kepada beberapa tahun yang lalu, ketika ia dan
teman-temannya menimba ilmu semasa sekolah. Ia tertarik untuk
mempelajari alam semesta. Ia dan teman-temannya pun mempelajari
berbagai disiplin ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu alam hingga ilmu
sosial.
Mereka bersemangat menjadi ilmuwan yang cerdas. Mereka memiliki
mimpi untuk menjadi orang-orang cerdas yang dapat membangun bangsa
dan berguna bagi dunia. Mereka belajar dengan sungguh-sungguh demi
mencapai cita-cita mereka.
Mereka akhirnya menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Mereka menjadi
ilmuwan yang cerdas. Ada yang menjadi matematikawan, ada yang menjadi
fisikawan, ada yang menjadi kimiawan, dan juga dokter. Selain itu,
ada pula yang menjadi ahli bahasa, ahli ilmu sosial, dan lainnya.
Nicolas Louis de Lacaille pun menjadi seorang astronom.
Seorang astronom adalah orang yang mempelajari tentang alam semesta
dan jagat raya. Ia merupakan pengamat bintang, galaksi dan berbagai
benda langit. Nicolas sangat mencintai pekerjaannya. Ia sering
mengamati perkembangan benda langit.
Pada abad itu, penemuan-penemuan penting telah ditemukan, berbagai
alat dan teknologi baru juga telah diciptakan. Pada jaman itu, ilmu
pengetahuan berkembang baik dari segi teori maupun praktek. Dan hal
ini tentu saja membawa pengaruh positif pada umat manusia. Manfaat
dari kemajuan ilmu pengetahuan pada saat itu bahkan masih dapat kita
rasakan pada jaman ini.
Ketika
memandangi langit, Nicolas menemukan sebuah gugusan bintang yang
membentuk sebuah tungku. Ia akhirnya mendapatkan ide untuk menamai
kumpulan bintang tersebut dengan nama le Fourneau Chymique
atau dalam bahasa latin Fornax Chimiae yang berarti tungku
kimia.
Nicolas
mendeskripsikan tungku kimia sebagai simbol era pencerahan. Tungku
kimia merupakan salah satu instrumen yang biasa digunakan oleh
ilmuwan dalam penelitian atau percobaan ilmiah. Nicolas menjadikan
rasi bintang ini sebagai simbol dari semangat para ilmuwan pada
jamannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Nama
rasi bintang ini pun dipersingkat menjadi Fornax yang memiliki arti
tungku. Rasi bintang ini dapat dilihat dilangit dengan letak yang
berdekatan dengan rasi bintang Eridanus yang berarti sungai.
..................................................................................................................................
Rasi
bintang Fornax merupakan rasi bintang yang terletak di langit belahan
selatan. Waktu terbaik untuk mengamati rasi bintang ini adalah pada
bulan Desember. Bintang paling terang dalam rasi ini adalah Alpha
Fornacis. Rasi ini tidak memiliki hujan meteor dan objek Messier.
Rasi ini berbatasan dengan rasi bintang Eridanus, Cetus, Scluptor dan
Phoenix.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar