Jumat, 17 Februari 2017

KISAH FORNAX, SI TUNGKU KIMIA

Pada abad ke 18, berbagai ilmu pengetahuan mengalami kemajuan. Ilmu pasti atau ilmu eksakta pada saat itu mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak ilmuwan yang menghasilkan penemuan-penemuan penting dan berpengaruh bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Zaman itu disebut era pencerahan.

Pada suatu malam, seorang astronom Perancis yang bernama Nicolas Louis de Lacaille sedang mengamati indahnya langit malam. Ia memandangi indahnya bintang-bintang diangkasa. Mereka membentuk pola tertentu yang membuatnya mengingat kenangan tentang perjalanan karirnya dan teman-temannya.



Ingatannya kembali kepada beberapa tahun yang lalu, ketika ia dan teman-temannya menimba ilmu semasa sekolah. Ia tertarik untuk mempelajari alam semesta. Ia dan teman-temannya pun mempelajari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu alam hingga ilmu sosial.

Mereka bersemangat menjadi ilmuwan yang cerdas. Mereka memiliki mimpi untuk menjadi orang-orang cerdas yang dapat membangun bangsa dan berguna bagi dunia. Mereka belajar dengan sungguh-sungguh demi mencapai cita-cita mereka.

Mereka akhirnya menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Mereka menjadi ilmuwan yang cerdas. Ada yang menjadi matematikawan, ada yang menjadi fisikawan, ada yang menjadi kimiawan, dan juga dokter. Selain itu, ada pula yang menjadi ahli bahasa, ahli ilmu sosial, dan lainnya. Nicolas Louis de Lacaille pun menjadi seorang astronom.

Seorang astronom adalah orang yang mempelajari tentang alam semesta dan jagat raya. Ia merupakan pengamat bintang, galaksi dan berbagai benda langit. Nicolas sangat mencintai pekerjaannya. Ia sering mengamati perkembangan benda langit.

Pada abad itu, penemuan-penemuan penting telah ditemukan, berbagai alat dan teknologi baru juga telah diciptakan. Pada jaman itu, ilmu pengetahuan berkembang baik dari segi teori maupun praktek. Dan hal ini tentu saja membawa pengaruh positif pada umat manusia. Manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan pada saat itu bahkan masih dapat kita rasakan pada jaman ini.

Ketika memandangi langit, Nicolas menemukan sebuah gugusan bintang yang membentuk sebuah tungku. Ia akhirnya mendapatkan ide untuk menamai kumpulan bintang tersebut dengan nama le Fourneau Chymique atau dalam bahasa latin Fornax Chimiae yang berarti tungku kimia.

Nicolas mendeskripsikan tungku kimia sebagai simbol era pencerahan. Tungku kimia merupakan salah satu instrumen yang biasa digunakan oleh ilmuwan dalam penelitian atau percobaan ilmiah. Nicolas menjadikan rasi bintang ini sebagai simbol dari semangat para ilmuwan pada jamannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Nama rasi bintang ini pun dipersingkat menjadi Fornax yang memiliki arti tungku. Rasi bintang ini dapat dilihat dilangit dengan letak yang berdekatan dengan rasi bintang Eridanus yang berarti sungai.

..................................................................................................................................

Rasi bintang Fornax merupakan rasi bintang yang terletak di langit belahan selatan. Waktu terbaik untuk mengamati rasi bintang ini adalah pada bulan Desember. Bintang paling terang dalam rasi ini adalah Alpha Fornacis. Rasi ini tidak memiliki hujan meteor dan objek Messier. Rasi ini berbatasan dengan rasi bintang Eridanus, Cetus, Scluptor dan Phoenix.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.