Di
Pulau Lesbon, hiduplah seorang penyair dan musisi terkenal bernama
Arion. Kemampuan Arion dalam merangkai kata-kata terkenal hingga ke
kerajaan. Selain itu, ia merupakan pemain harpa yang sangat ahli.
Karena keterampilan-keterampilannya itu, ia pun diangkat menjadi
penyair dan musisi istana.
Suatu
hari, Arion mendapat tawaran untuk konser di Italia. Ia pun berangkat
dan berhasil tampil dengan memukau. Konsernya berlangsung dengan
sukses. Ia pun mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Ia
mendapatkan banyak uang dari konsernya itu.
Keesokan
paginya, ia pun berencana pulang. Ia menyewa sebuah kapal laut untuk
mengantarnya pulang ke kampung halamannya. Para pelaut dan kru kapal
pun mengenali Arion. Mereka tahu bahwa Arion adalah seorang penyair
dan musisi yang sukses.
Para
pelaut diam-diam mempunyai niat jahat. Mereka ingin mengambil semua
uang yang telah didapatkan Arion dari konsernya di Itali. “Uangnya
pasti sangat banyak, jika kita ambil, kita pasti akan kaya raya,”
ucap kapten kapal. Para pelaut dan kru kapal pun menggangguk setuju.
Mereka membayangkan mereka akan kaya raya.
“Ayo
kita rampas saja uangnya, lalu kita buang dilaut agar perbuatan kita
tidak diketahui siapapun,” kata salah satu kru. Mereka semua pun
setuju dan mulai menyusun rencana jahat untuk Arion. Mereka ingin
melakukan rencana itu secepatnya.
Arion
yang sedang beristirahat pun tidak mengetahui apapun mengenai bahaya
yang akan menyerangnya. Ia sedang bersantai memikirkan kampung
halamannya. Namun, tiba-tiba ia terkejut ketika para pelaut dan kru
kapal menghampirinya. “Ada apa ini? Apakah ada masalah?,” tanya
Arion dengan cemas.
“Tidak
ada tuan Arion, kami hanya ingin kau menyerahkan semua uangmu kepada
kami,” kata kapten kapal dengan nada mengancam. Arion pun sangat
terkejut mendengar ucapan sang kapten. “Apa-apaan ini? Kenapa
kalian berbuat jahat begini?,” kata Arion tak percaya.
“Sudahlah
tuan Arion, kau sudah kami kepung, kau tidak akan sanggup melawan
kami semua,” kata sang kapten. Akhirnya, Arion terpaksa menyerahkan
semua uang hasil kerja kerasnya. Para pelaut dan kru kapal pun luar
biasa senang. Impian mereka untuk menjadi orang kaya pun akan segera
terwujud.
Setelah
mengambil semua uang milik Arion, mereka pun bersiap-siap untuk
membuang Arion ke laut. “Kami harus membuangmu ke laut sekarang
juga,” kata kapten. “Jangan buang aku, aku berjanji tidak akan
melaporkan kalian ke siapapun.” jawab Arion dengan memohon. “Tidak,
kami tidak percaya denganmu, segeralah melompat ke laut,” perintah
sang kapten dengan tegas.
Arion
yang sudah tak berdaya pun akhirnya memasrahkan nasibnya kepada
Tuhan. “Baiklah, aku akan segera melompat, tetapi, sebelum aku
mati, ijinkan aku memainkan satu lagu kesukaanku dulu,” pinta Arion
dengan pasrah. Kapten pun menyetujui permintaan terakhir Arion. Ia
diijinkan memainkan sebuah lagu.
Arion
memainkan lagu itu sepenuh hati sambil berdoa kepada Tuhan. Saking
indahnya musik yang ia mainkan, seekor lumba-lumba pun mendekat ke
kapal untuk mendengarkan musiknya. Begitu musiknya berakhir, Arion
pun melompat dari kapal. Ketika ia melompat, ia mendarat di punggung
lumba-lumba yang tadi mendengarkan musiknya. Lumba-lumba itu pun
menyelamatkan nyawanya. Ia membawa Arion pulang dengan selamat. Arion
pun sangat berterimakasih kepada kumba-lumba penyelamatnya itu.
Karena
jasanya dalam menyelamatkan Arion, dewa musik dan puisi, Apollo,
akhirnya mengabadikan lumba-lumba tersebut dilangit malam sebagai
rasi bintang Delphinus. Rasi ini terletak berdekatan dengan rasi
bintang Lyra, yang digambarkan sebagai harpa Arion.
.......................................................................................................................................
Rasi
bintang Delphinus adalah rasi bintang yang terletak di langit belahan
utara. Rasi ini tergolong kecil. Bintang paling terang di rasi ini
adalah Alpha Delphini. Rasi ini tidak mempunyai hujan meteor. Rasi
ini pun berdekatan dengan rasi bintang Lyra, Vulpecula, Sagitta,
Aquila, Aquarius, Equulus dan Pegasus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar