Senin, 06 Februari 2017

KISAH DELPHINUS, SI LUMBA-LUMBA PENYELAMAT

Di Pulau Lesbon, hiduplah seorang penyair dan musisi terkenal bernama Arion. Kemampuan Arion dalam merangkai kata-kata terkenal hingga ke kerajaan. Selain itu, ia merupakan pemain harpa yang sangat ahli. Karena keterampilan-keterampilannya itu, ia pun diangkat menjadi penyair dan musisi istana.

Suatu hari, Arion mendapat tawaran untuk konser di Italia. Ia pun berangkat dan berhasil tampil dengan memukau. Konsernya berlangsung dengan sukses. Ia pun mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Ia mendapatkan banyak uang dari konsernya itu.



Keesokan paginya, ia pun berencana pulang. Ia menyewa sebuah kapal laut untuk mengantarnya pulang ke kampung halamannya. Para pelaut dan kru kapal pun mengenali Arion. Mereka tahu bahwa Arion adalah seorang penyair dan musisi yang sukses.

Para pelaut diam-diam mempunyai niat jahat. Mereka ingin mengambil semua uang yang telah didapatkan Arion dari konsernya di Itali. “Uangnya pasti sangat banyak, jika kita ambil, kita pasti akan kaya raya,” ucap kapten kapal. Para pelaut dan kru kapal pun menggangguk setuju. Mereka membayangkan mereka akan kaya raya.

“Ayo kita rampas saja uangnya, lalu kita buang dilaut agar perbuatan kita tidak diketahui siapapun,” kata salah satu kru. Mereka semua pun setuju dan mulai menyusun rencana jahat untuk Arion. Mereka ingin melakukan rencana itu secepatnya.

Arion yang sedang beristirahat pun tidak mengetahui apapun mengenai bahaya yang akan menyerangnya. Ia sedang bersantai memikirkan kampung halamannya. Namun, tiba-tiba ia terkejut ketika para pelaut dan kru kapal menghampirinya. “Ada apa ini? Apakah ada masalah?,” tanya Arion dengan cemas.

“Tidak ada tuan Arion, kami hanya ingin kau menyerahkan semua uangmu kepada kami,” kata kapten kapal dengan nada mengancam. Arion pun sangat terkejut mendengar ucapan sang kapten. “Apa-apaan ini? Kenapa kalian berbuat jahat begini?,” kata Arion tak percaya.

“Sudahlah tuan Arion, kau sudah kami kepung, kau tidak akan sanggup melawan kami semua,” kata sang kapten. Akhirnya, Arion terpaksa menyerahkan semua uang hasil kerja kerasnya. Para pelaut dan kru kapal pun luar biasa senang. Impian mereka untuk menjadi orang kaya pun akan segera terwujud.

Setelah mengambil semua uang milik Arion, mereka pun bersiap-siap untuk membuang Arion ke laut. “Kami harus membuangmu ke laut sekarang juga,” kata kapten. “Jangan buang aku, aku berjanji tidak akan melaporkan kalian ke siapapun.” jawab Arion dengan memohon. “Tidak, kami tidak percaya denganmu, segeralah melompat ke laut,” perintah sang kapten dengan tegas.

Arion yang sudah tak berdaya pun akhirnya memasrahkan nasibnya kepada Tuhan. “Baiklah, aku akan segera melompat, tetapi, sebelum aku mati, ijinkan aku memainkan satu lagu kesukaanku dulu,” pinta Arion dengan pasrah. Kapten pun menyetujui permintaan terakhir Arion. Ia diijinkan memainkan sebuah lagu.

Arion memainkan lagu itu sepenuh hati sambil berdoa kepada Tuhan. Saking indahnya musik yang ia mainkan, seekor lumba-lumba pun mendekat ke kapal untuk mendengarkan musiknya. Begitu musiknya berakhir, Arion pun melompat dari kapal. Ketika ia melompat, ia mendarat di punggung lumba-lumba yang tadi mendengarkan musiknya. Lumba-lumba itu pun menyelamatkan nyawanya. Ia membawa Arion pulang dengan selamat. Arion pun sangat berterimakasih kepada kumba-lumba penyelamatnya itu.

Karena jasanya dalam menyelamatkan Arion, dewa musik dan puisi, Apollo, akhirnya mengabadikan lumba-lumba tersebut dilangit malam sebagai rasi bintang Delphinus. Rasi ini terletak berdekatan dengan rasi bintang Lyra, yang digambarkan sebagai harpa Arion.

.......................................................................................................................................

Rasi bintang Delphinus adalah rasi bintang yang terletak di langit belahan utara. Rasi ini tergolong kecil. Bintang paling terang di rasi ini adalah Alpha Delphini. Rasi ini tidak mempunyai hujan meteor. Rasi ini pun berdekatan dengan rasi bintang Lyra, Vulpecula, Sagitta, Aquila, Aquarius, Equulus dan Pegasus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.